BIODATA MAHASISWA
NAMA : MUHAMMAD NURUL ICHSANNIM : 181080200241
KELAS :5-B2
KELOMPOK :16
RANGKUMAN PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK
MODUL 1
ANALISA
DAN DESAIN TERSTRUKTUR
Notasi – notasi pada DFD (Edward Yourdon dan Tom
DeMarco) adalah sebagai berikut :
|
Notasi |
Keterangan |
|
|
Proses atau fungsi atau presedur
pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman
terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya menjadi fungsi atau
prosedur di dalam kode program.
Catatan : nama yang diberikan
pada sebuah proses biasanya berupa kata kerja |
|
|
File basisdata atau penyimpanan
(storage) pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan
pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya dibuat
menjadi tabel – tabel basisdata yang dibutuhkan, tabel – tabel ini juga harus
sesuai dengan perancangan tabel – tabel pada basisdata (Entity Relationship Diagram (ERD), Conceptual Data Model (CDM),
Physical Data Model (PDM))
Catatan : nama yang diberikan
pada sebuah penyimpanan biasanya kata benda |
|
|
Entitas Luar (external entity) atau masukan (input) atau keluaran (output) orang yang
memakai/berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain
yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan
Catatan : nama yang digunakan
pada masukan (input) atau keluaran
(output) biasanya berupa kata benda |
|
|
Aliran data; merupakan data yang
dikirm antar proses, dari penyimpanan ke proses atau dari proses ke masukan (input) atau (output)
Catatan : nama yang digunakan
pada data biasanya berupa kata benda, dapat diawali dengan kata data misalnya
data siswa atau tanpa kata data misalnya siswa |
Berikut
ini adalah tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan DFD:
1.
Membuat DFD Level 0 atau sering disebut juga
Context Diagram
DFD Level 0 menggambarkan
sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang beriteraksi dengan
orang maupun sistem lain. DFD Level 0digunakan untuk menggambarkan interkasi
anatara sistem yang akan dikembangkan dengan entitas luar.
2.
Membuat DFD Level 1
DFD Level 1 digunakan untuk
menggambarkan modul-modul yang ada dalam sistem yang akan dikembangkan. DFD
Level 1 maerupakan hasil breakdown DFD Level 0 yang sebelumnya sudah dibuat.
3.
Membuat DFD Level 2
Modul-modul pada DFD Level
1 dapat di-breakdown menjadi DFD Level 2. Modul mana saja yang harus
di-breakdown lebih detail tergantung pada tingkat kedetailan modul tersebut.
Apabila modul tersebut sudah cukup detail dan rinci maka modul tersebut sudah
tidak perlu untuk di-breakdown lagi. Untuk sebuah sistem, jumlah DFD Level 2
sama dengan jumlah modul pada DFD Level 1 yang di-breakdown
4.
Membuat DFD Level 3 dan sterusnya
DFD Level
3,4,5 dan seterusnya merupakan breakdown dari modul pada DFD Level di-atasnya.
Breakdown pada level 3, 4, 5, dan seterusnya sama persisi dengan DFD Level 1
atau Leve 2.
Pada satu diagram DFD
sebaiknya jumlah modul tidak boleh lebih dari 20 buah. Jika lebih dari 20 buah
mosul, diagram akan terlihat rumit dan susah untuk dibaca sehinggan menyebabkan
sistem yang dikembangkan juga menjadu rumit.
KAMUS DATA
Kamus data (data
dictionary) dipergunakan untuk memperjelas aliran data yang digambarkan
pada DFD. Kamus data adalah kumpulan daftar elemen data yang mengalir pada
sistem perangkat lunak sehingga masukan (input) dan keluaran (output) dapat
dipahami secara umum (memiliki standar cara penulisan). Kamus data dalam
implementasi program dapat menjadi parameter masukan atau keluaran dari sebuah
fungsi atau prosedur. Kamus data biasnya berisi :
– Nama-nama dari data
– Digunakan pada – merupakan proses-proses yang terkait data
– Deskripsi – merupakan deskripsi data
– Informasi tambahan – seperti tipe data, nilai data, batas data, dan
komponen yang berbentuk data
Kamus data memiliki beberapa simbol untuk menjelaskan
informasi tambahan sebagai berikut :
|
Simbol |
Keterangan |
|
= |
Disusun atau terdiri dari |
|
+ |
Dan |
|
[] |
Baik…atau… |
|
{}n |
N kali diulang/bernilai banyak |
|
() |
Data opsional |
|
*…* |
Batas komentar |
Kamus data pada DFD nanti harus dapat dipetakan dengan
hasil perancangan basis data yang dilakukan sebelumnya. Jika ada kamus data
yang tidak dapar dipetakan pada tabel hasil perancangan basisdata berarti hasil
perancangan basisdata dengan perancangan dengan DFD masih belum sesuai,
sehingga harus ada yang diperbaiki baik perancangan basis datanya, perancangan
DFD-nya, atau keduanya.
MODUL 2
ANALISA
DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK
CLASS DIAGRAM
Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur
sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun
sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.
Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. Operasi
atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas
Diagram kelas dibuat agar pembuat agar program atau
programer membuat kelas-kelas sesuai rancagan di dalam diagram kelas agar
anatara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sinkron. Banyak berbagai
kasus, perancangan kelas yang dibuat tidak sesuai dengan kelas-kelas yang
dibuat pada perangakat lunak, sehingga tidaklah ada gunanya lagi sebuah
perancangan karena apa yang dirancang dan hasil jadinya tidak sesuai.
Kelas-kelas yang ada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi
sesuai dengan kebutuhan sistem sehinga pembuat perangkat lunak atau programmer
dapat membuat kelas-kelas di dalam program perangkat lunak sesuai dengan
perancangan digram kelas. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas
sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:
1.
Kelas main
Kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem
dijalankan
2.
Kelas yang menangani tampilan
sistem (view)
Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke
pemakai
3.
Kelas yang diambil dari
pendefinisi use case (controller)
Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus diamabil
dari definisian use case, kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang
menangani prosesbisnis pada perangakat lunak
4.
Kelas yang diambil dari
pendefinisian data (model)
Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data
menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basisdata. Semua
tabel yang dibuat di basisdata dapat dijadikan kelas, namun untuk tabel dari
hasil relasi atau atribut multivalue pada ERD dapat dijadikan kelas tersendiri
dapat juga tidak asalkan pengaksesannya dapat dipertanggungjawabkan atau tetap
di alam perancangan kelas.
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada
diagram kelas :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Kelas
|
Kelas pada struktur sistem |
|
Antarmuka/interface
Nama_interface |
Sama dengan konsep interface dalam pemrograman
berorientasi objek |
|
Asosiasi/association
|
Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi
biasanya juga disertai dengan multiplicity |
|
Asosiasi berarah/directed association
|
Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu
digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan
multiplicity |
|
Generalisasi
|
Relasi antar kelas dengan makna generalisasi
spesialisasi (umum khusus) |
|
Ketergantungan/dependency
|
Relasi antar kelas dengan makna ketergantungan antar
kelas |
|
Agregasi/aggregation
|
Relasi antar kelas dengan makna semua bagian
(whole-part) |
OBJECT DIAGRAM
Diagram objek menggambarkan struktur sistem dari segi
penamaan objek dalam sistem. Pada diagram objek harus dipastikan semua kelas
yang sudah didefinisikan pada diagram kelas harus di pakai objeknya, karena
jika tidak, pendefinisian kelas itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Diagram
objek juga berfungsi untuk mendefinisikan contoh nilai atau isi dari atribut
tiap kelas.
Untuk apa mendefinisikan sebuah kelas sedangkan pada
jalannya sistem, objeknya tidak pernah di pakai. Hubungan link pada diagram
objek merupakan hubungan memakai dan dipakai dimana dua buah objek akan
dihubungkan oleh link jika ada objek yang dipakai oleh objek lainnya.
Berikut adalah
simbol-simbol yang ada pada diagram objek :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Objek
|
Objek dari kelas yang berjalan saat sistem
dijalankan |
|
Link
|
Relasi antar objek |
Penulisan nilai sama dengan penulisan pada kamus data
DFD. Misalkan jika sebuah atribut dapat berisi lebih dari satu string maka akan
ditulis denan lambang {nilai1, ..., nilain}, atau misalnya ingin menulis bahwa
nilai sebuah atribut string dapat diisi nilai1 atau niali2 maka akan ditulis
[naiali1| nilai2].
COMPONENT DIAGRAM
Diagram komponen atau component diagram dibuat untuk
menunjukan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam
sebuah sistem. Diagram komponen fokus pada komponen sistem yang dibutuhkan dan
ada di dalam sistem. Diagram komponen juga dapat digunakan untuk memodelkan
hal-hal berikut:
1.
Source code program perangkat
lunak
2.
Komponen executable yang di
lepas ke user
3.
Basis data secara fisik
4.
Sistem yang harus beradaptasi
dengan sistem lain
5.
Framework sistem, framework
pada perangakat lunak merupakan kerangka kerja yang dibuat untuk memudahkan
pengembangkan dan pemeliharaan aplikasi, contohnya seperti Struts dari Apache
yang menggunakan prinsip desain Model-View-Controller (MVC) dimana source code
program dikelompokan berdasarkan fungsinya seperti pada gambar berikut:

Gambar Ilustrasi Farmework
Dimana controller berisi source code yang menangani request dan
validasi, model berisi source code yang menangani manipulasi data dan business
logic, dan view berisi berisi source code yang menangani tampilan.
6.
Komponen dasar yang biasanya
ada dalam suatu sistem adalah sebagai berikut:
·
Komponen user interface yang
menangani tampilan
·
Komponen bussines processing
yang menangani fungsi-fungsi proses bisnis
·
Komponen data yang menangani
manipulasi data
·
Komponen security yang
menangani keamanan sistem
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada
diagram komponen :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Package
|
Package merupakan sebuah bungkusan dari satu atau
lebih komponen |
|
Komponen
|
Komponen sistem |
|
Kebergantungan/dependency
|
Kebergantungan antar komponen, arah panah mengarah
pada komponen yang di pakai |
|
Antarmuka/ interface
Nama_interface |
Sama dengan konsep interface pada pemrograman
berorientasi objek , yaitu sebagai antar muka komponen agar tidak mengakses
langsung komponen |
|
Link
|
Relasi antar komponen |
COMPOSITE
STRUCTURE DIAGRAM
Composite Structure Diagram baru mulai pada UML versi
2.0, pada versi 1.x diagram ini belum muncul. Diagram ini dapat digunakan untuk
menggabarkan struktur dari bagian-bagian yang saling terhubung maupun
mendeskripsikan strukutur pada saat berjalan (runtime) dari instance yang
saling terhubung. Dapat menggabarkan struktur didalam kelas atau kolaborasi.
Contoh penggunaan diagram ini misalnya untuk menggambarkan deskripsi dari
setiap bagian mesin yang salingterkait untuk menjalankan fungsi mesin tersebut,
menggambarkan aliaran data router pada jaringan komputer, dan lain-lain.
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada
diagram Composite Structure :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Property
|
Property adalah satu set dar suatu instance. RoleName : peran/nama/identitas dari property
(opsional) TypeName : type kelas dari property (harus ada) |
|
Connector
|
Connector adalah cara komunikasi data dari 2 buah
instance ConnName : nama connector (opsional) connType : tipe connector (opsional) |
|
Port
Pemakainya adalah sebagai berikut : |
Port adalah cara yang digunakan dalam diagram
composite stucture tanpa menampilkan detail internal dari suatu sistem. Port
digambarkan dalam bentuk kotak kecil yang menempel atau didalam suatu
property.Port digambarkan menempel property jika fungsi tersebut dapat
diakses public. Sedangkan port digambarkan di dalam suatu property jika
fungsi tersebut bersifat protected. |
|
Class
|
Kelas; jika yang akan dijabarkan strukturnya adalah
sebuah kelas. |
PACKAGE DIAGRAM
Package Diagram menyediakan cara mengumpilkan eleme-elemen yang
saling terkait dalam diagram UML . Hampir semua diagram dalam UML dapat
dikelompokan menggunakan packagediagram.
Berikut ini simbol-simbol yang digunakan dalam package diagram :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Package
|
Package merupakan sebuah
bungkusan dari satu atau lebih kelas atau elemen diagram UML lainnya |
|
Elemen dalam package digambarkan
di dalam package
|
|
|
Elemen dalam package digambarkan
di luar package
|
|
Deployment Diagram
Diagram deployment menunjukkan konfigurasi
komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Diagram deployment juga dapat
digunakan untuk memodelkan hal- hal berikut :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Package
|
Package merupakan sebuah bungkusan dari satu atau
lebih node |
|
Node
|
Biasanya mengacu pada hardware software yang tidak
dibuat sendiri jika dalam node disertakan komponen untuk mengkonsistenkan
rancangan maka komponen yang di ikut sertakan harus sesuai dengan komponen
yang telah didefinisikan sebelumnya pada diagram komponen |
|
Kebergantungan/dependency
|
Kebergantungan antar node arah panh mengarah pada
node yang dipakai |
|
Link
|
Relasi antar node |
MODUL 3
ANALISIS
DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK
USE
CASE DIAGRAM
Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk
kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsi
sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan
dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang
ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan
funsgsi-fungsi itu.
Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan
sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu
pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.
1.
Aktor merupakan orang, proses,
atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat itu
sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum
tentu merupakan orang.
2.
Use case merupakan fungsionalitas
yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit
atau aktor
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram use case :
|
Simbol |
Deskripsi |
|
Use Case
|
Fungsionalitas yang disediakan
sistem sebagai unti-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor,
biasanya dinyaatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama use
case |
|
Actor
|
Orang, proses, atau sistem lain
yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem
informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol aktor adalah
gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya dinyatakan
menggunakan kata benda di awal frase nama aktor |
|
Asosiasi
|
Komunikasi antara aktor dan use
case yang berpatisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan
aktor |
|
Ekstensi
|
Relasi use case tambahan ke sebuah
use case dimana use case yang ditambahkan dapat beridiri sendiri walau tanpa
use case tambahan itu. |
|
Generalisasi |
Hubungan generalisasi dan
spesialisasi antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi
yang lebih umum dari lainya. |
|
Menggunakan |
Realisasi use case tambahan ke
sebuah use case di mana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini
untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini. |
ACTIVITY DIAGRAM
Diagram aktivitas atau activity diagram menggabarkan
workflow (aliran kerja) atau aktifitas dari sebuah sistem atau proses bisnis
atau menu yang ada pada perangkat lunak . Yang perlu diperhatikan disini adalah
bahwa diagram aktivitas menggabarkan sistem bukan apa yang dilakuakn aktor ,
jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem .
Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal
berikut :
1.
Rancangan proses bisnis dimana
setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis yang
didefinisikan
2.
Urutan atau pengelompokan
tampilan dari sistem / user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki
sebuah rancangan antarmuka tampilan
3.
Rancangan pengujian dimana
setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan
kasus ujinya
4.
Rancangan menu yang ditampilkan
pada perangkat lunak
STATE MACHINE DIAGRAM
State machine diagram atau statechart diagram atau dalam
bahasa Indonesia disebut diagram mesin status atau sering juga disebut diagram
status digunakan untuk menggabarkan perubahan status atau transisi status dari
sebuah mesin atau sistem atau objek. Jika diagram sekuen digunakan untuk
interaksi antar objek maka diagram status digunakan untuk interaksi di dalam
sebuah objek. Perubahan tersebut digambarkan dalam suatu graf berarah. State
machine diagram merupakan pengembangan dari diagram Finite State Automata
dengan penambahan beberapa fitur dan konsep baru . Diagram Finite State
Automata (FSA) ini biasanya diajarkan dalam mata kuliah Automata. State machine
diagram cocok digunakan untuk menggabarkan alur interaksi pengguna dengan
sistem. Berikut ini adalah contoh gambar diagram mesin status.
MODUL 4
ANALISA
DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK
SEQUENCE
DIAGRAM
Diagram sekuen menggabarkan kelakuan objek pada use case
dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan massage yang dikirimkan dan
diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka
harus diketahui objek - objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta
metode - metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu.
Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use
case.
Banyaknya diagram sekuen yang harus digambarkan adalah
minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang
penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah
dicakup pada diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan
maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak.
Penomoran pesan berdasarkan urutan interaksi pesan,
penggamnbaran letak pesan harus berurutan, pesan yang lebih atas dari lainnya
adalah pesan yang berjalan lebih dahulu.
Semua metode ini di dalam kelas harus ada di dalam
diagram kolaborasi atau sekuen jika tidak ada berarti perancangan metode di
dalam kelas itu kurang baik. Hal ini dikarenakan ada metode yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan kegunaannya.
COMMUNICATION DIAGRAM
Communication Diagram atau diagram komunikasi pada UML
versi 2.x adalah penyerderhanaa dari diagram kolaborasi (collaborattion
diagram) pada UML Versi 1.x Collaborattion Diagram sudah tidak muncul lagi pada
UML Versi 2.x. Diagram komunikasi sebenarnya adalah diagram kolaborasi tetapi
dibuat untuk tiap sekuen.
Diagram komunikasi menggabarkan interaksi anatar objek /
bagian dalam bentuk urutan pengiriman pesan . Diagram komunikasi
mempersentasikan informasi yang diperoleh dari diagram kelas, Diagram sekuen
dan diagram use case untuk mendeskripsikan gabunagn anatara struktur statis dan
tingkah laku dinamis dari suatu sistem
Diagram komunikasi melompokan message pada kumpulan
diagram sekuen menjadi sebuah diagram. Dalam diagram komunikasi yang dituliskan
adalah operasi / metode yang dijalankan antara objek yang satu dan objek lainya
secara keseluruhan, oleh karena itu dapat diambil dari jalannya interaksi pada
semua diagram sekuen. Penomoran metode dapat dilakukan berdasarkan urutan
dijalanakannya metode / operasi diantaranya objek yang satu dengan objek lainya
atau objek itu sendiri.
TIMING DIAGRAM
Timing diagram merupakan diagram yang fokus pada
penggambaran terkait batasan waktu. Timing diagram digunakan untuk menggabarkan
tingkah laku sistem dalam periode waktu tertentu. Timing diagram biasanya
digunakan untuk mendeskripsikan operasi dari alat digital karena penggambaran
secara visual akan lebih mudah dipahami dari pada dengan kata-kata
INTERACTION OVERVIEW DIAGRAM
Interaction overview diagram mirip dengan diagram
aktivitas yang berfungsi untuk menggambarkan sekumpulan urutan aktivitas.
Interaction Overview Diagram adalah bentuk aktivitas diagram yang setiap titik
mempresentasikan diagram interaksi. Interaksi diagram dapat meliputi diagram
sekuen, diagram komunikasi, interaction overview diagram, dan timing diagram.
Hampir semua notasi pada interaction overview diagram
sama dengan notasi pada diagram aktivitas. Sebagai contoh initial, final,
decision, merge, fork, dan join nodes sama seperti pada diagram interaction
occurence dan interaction element.
Interaction Occurrence
Interaction Occurrence atau kejadian interaksi adalah
refensi untuk diagram interaksi yang ada. Sebuah interaction occurrence
ditunjukan sebagai frame refensi (frame dengan tulisan refdi pojok kiri atas ).
Interaction Element
Interaction element atau elemen interaksi mirip
interaction occurrence. Perbedaanya adalah di dalam interaction element
menampilkan isi diagram yang direfensikan secara langsung sedangkan interaction
occurrence hanya menampilkan nama diagram yang direfensikan.
Source:
Modul Praktikum RPL
















Komentar
Posting Komentar