RANGKUMAN BASIS DATA ICHSAN 4-B3
BIODATA MAHASISWA
NAMA : MUHAMMAD NURUL ICHSAN
NIM : 181080200241
KELAS :4-B3
KELOMPOK :17
BAB I
1. Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.
Sistem basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. Sistem basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan antara satu dengan yang lain, tetapi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah sistem yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), basis data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.
2. Konsep Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu :
I. Model Data Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.
Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM) Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafik tertentu.
II. Model Data berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model.
Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam betuk tabel-tabel yang terdiri atas sejumlah baris yang menunjukkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
III. Physical Based Data Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.
3. Bahasa Basis Data
Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
I. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a. Membentuk basis data, tabel, indeks.
b. Mengubah struktur table.
c. Menghapus basis data, tabel atau indeks.
II. DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi :
a. Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
b. Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
c. Mengubah dan menghapus data dalam basis data.
III. DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
a. Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
b. Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data
4. Entity Relationship Diagram (ER-D)
Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.
1) Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas.
a) Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam sistem. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau hal yang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
• Entitas Reguler
Entitas ini disebut juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain. Contoh : Mahasiswa, Matakuliah.
• Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weak entity) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas reguler).
Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.
• Entitas super type dan sub type
Entitas super type merupakan entitas yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu membawahi atau mempunyai entitas bagian yang lebih rendah.
Contoh : Entitas Karyawan.
Entitas sub type merupakan entitas yang lebih rendah yaitu entitas yang menjadi entitas bagian dari entitas lain.
Contoh : Entitas karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap
b) Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam database. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Contoh : mahasiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lahir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
• Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tahun masuk = 2013
• Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.
c) Kerelasian antar entitas (Entity Relationship)
Mendefiniskan hubungan antara 2 buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi mejadi 3 sebagai berikut :
• Kerelasian jenis satu ke satu (one to one), kerelasian terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas.
Gambar 1.1 Relasi satu ke satu
Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
• Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalam entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.
o Satu ke banyak (one to many)
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
Gambar 1.2 Relasi satu ke banyak
o Banyak ke satu (many to one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.
Gambar 1.3 Relasi banyak ke satu
• Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.
Gambar 1.4 Relasi banyak ke banyak
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.
2) Langkah-langkah Membuat ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
• Identifikasikan setiap entitas yang terlibat.
• Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
• Tentukan primari key dari masing-masing entitas.
• Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
• Gambarkan simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.
• Cek ER_Diagram yang terbenuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelengkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
BAB II
A. SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.
B. Elemen SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.
a. Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS (Database Management System). SQL memiliki kira-kira 30 pernyataan. Beberapa pernyataan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
Pernyataan Keterangan
CREATE Menciptakan basis data, tabel atau indeks
ALTER Mengubah struktur tabel
DROP Menghapus basis data, tabel atau indeks
COMMIT Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data
ROLLBACK Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan
INSERT Menambahkan sebuah baris pada tabel
UPDATE Mengubah nilai pada sebuah baris
SELECT Memilih baris dan kolom pada tabel
DELETE Menghapus baris pada tabel
GRANT Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna
REVOKE Membatalkan hak terhadap basis data
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :
a. Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b. Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c. Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.
Gambar 2.1 komponen SQL
b. Nama
Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.
c. Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe data untuk numerik
Tipe Keterangan Range Nilai
TINYINT Nilai integer yang sangat kecil Signed : -128 s.d. 127
Unsigned : 0 s.d. 255
SMALLINT Nilai integer yang kecil Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535
MEDIUMINT Integer dengan nilai medium Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215
INT Integer dengan nilai standar Signed : -2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295
BIGINT Integer dengan nilai besar Signed : -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615
FLOAT Bilangan desimal dengan single-precission minimum ± 1.175494351e-38
maksimum ± 3.402823466e+38
DOUBLE Bilangan desimal dengan double-precission minimum ± 2.2205738585072014e-308
maksimum ± 1.7976931348623457e+308
DECIMAL(M,D) Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma Tergantung pada nilai M dan D
Keterangan :
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik
- Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negatif dan positif.
- Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negatif (>=0). Tipe data float tidak Dapat dinyatakan dengan unsigned.
Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter
Tipe Keterangan Ukuran Maksimum
CHAR(n) String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n 1 M byte
VARCHAR(n) String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n. 1 M byte
TINYBLOB BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil 28-1 byte
BLOB BLOB berukuran kecil 216-1 byte
MEDIUMBLOB BLOB berukuran sedang 224-1 byte
LONGBLOB BLOB berukuran besar 232-1 byte
TINYTEXT String teks yang sangat kecil 28-1 byte
TEXT String teks berukuran kecil 216-1 byte
MEDIUMTEXT String teks berukuran medium(sedang) 224-1 byte
LONGTEXT String teks berukuran besar 232-1 byte
ENUM Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu member enumerasi 65535 anggota
SET Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan 64 nggota himpunan
Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam
Tipe Range Format
DATE “1000-01-01” s.d. “9999-12-31” “0000-00-00”
TIME “-832:59:59” s.d. “838:59:59” “00:00:00”
DATETIME “1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59” “0000-00-00 00:00:00”
d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :
1. Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2. Konstanta bertipe karakter : ‘Teknik Informatika’
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan desimal adalah berupa tanda titik.
e. Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika :
Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika
Simbol Keterangan
* Perkalian
/ Pembagian
+ Penjumlahan
- Pengurangan
% Sisa pembagian
f. Operator Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.Simbol-simbol yang dapat digunakan pada operator relasi :
Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
Simbol Keterangan
= Sama dengan
> Lebih besar
< Lebih kecil
>= Lebih besar atau sama dengan
<= Lebih kecil atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
g. Operator Logika
Operator logika ada 3 yaitu OR, AND dan NOT
Tabel 2.7 Operator Logika
Simbol Keterangan
NOT atau ! Sebagai negasi atau pembalik nilai
OR atau || Atau
AND atau && Dan
h. Operator Pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol Keterangan
IS NOT NULL Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)
IS NULL Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)
BETWEEN Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai
IN Apakah suatu nilai berada di dalam pilihan yang ada
NOT IN Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada
LIKE Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu
NOT LIKE Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu
i. Aggregate Functions (Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah subprogram yang menghasilkan suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistik standar yang dikenakan pada suatu tabel atau query.
1. SUM(ekspresi)
2. Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel
3. AVG(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilai dalam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG umumnya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom dengan tipe data numerik.
4. COUNT(x)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record (baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin dicari jumlah barisnya.
5. MAX(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terbesar dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki tipe data numerik.
6. MIN(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki tipe data numerik.
C. MySQL ( My Structured Query Language )
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).
Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :
• Kecepatan, MySQL mempunyai kecepatan paling baik dibanding RDBMS lainnya.
• Mudah di gunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relatif mudah dingat dan diimplementasikan karena MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa standar database.
• Open source, MySQL sudah menggunakan konsep open source, artinya siapapun dapat ikut dalam mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya di publikasikan kepada pemakai.
• Kapabilitas, MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta record, 60.000 tabel dan 5.000.000.000 juta baris.
• Biaya murah, pemakai dapat menggunakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama mengikuti konsep open source.
• Keamanan, MySQL menerapkan sistem keamanan dan hak akses secara bertingkat, termasuk dukungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.
Lintas platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi di antaranya yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM’s AIX.
BAB III
A. Data Definiton Language (DLL)
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.
Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DLL
Perintah Keterangan
Create Database Membuat basis data
Drop Database Menghapus basis data
Create Table Membuat tabel
Alter Table Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
Drop Table Menghapus tabel dari basis data
Create Index Membuat Index
Drop Index Menghapus Index
B. Perintah-perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definiton Language :
a. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan :
mysql> create database perpustakaan;
b. Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASES;
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data:
mysql> show databases;
c. Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax :
DROP DATABASE namadatabase;
Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama perpustakaan :
Mysql> drop database perpustakaan;
d. Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah :
USE namadatabase;
karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat kembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah :
Mysql>use perpustakaan;
e. Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untukmembuat table Syntaxnyaadalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
...
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan :
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung ( nama_tabel ). Field1 merupakan atribut pertama dan TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika ingin membuat tabel dengan atribut lebih dari satu, maka setelah pendefinisian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).
Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang :
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5),
nama_pengarang varchar(35));
Syntax tambahan :
Maka tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah :
Mysql> SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur tabel yang telah dibuat (dalam hal ini buku) syntaxnya adalah :
DESC namatabel;
Contoh:
Mysql> desc pengarang;
f. Mendefinisikan null/not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identikasi sehingga tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,
...
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Contoh:
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5) not null,
nama_pengarang varchar(35) not null);
a. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tersebut tidak diisi oleh pengguna. Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
);
Dimana nilai adalah nilai default dari atribut tersebut.
Contoh:
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
b. Menentukan kunci primer (Primary Key) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Key di dalam database berfungsi sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah Syntax membuat primary key untuk Field1
Cara 1 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL PRIMARY KEY,
Field2 TipeData2 ([lebar])
);
Cara 2 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY(Field1)
);
Cara 3 :
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom);
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe datanya varchar(15) dengan mendefinisikan nilai not null dan primary key untuk atribut kode_pengarang :
Contoh 1 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null primary key,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null,
Primary key(kode_pengarang));
Contoh 3 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
penambahan primary key :
Mysql> alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);
c. Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah :
Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint;
Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;
Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key pada tabel buku :
Mysql> alter table pengarang drop primary key;
d. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key.
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah didefinisikan terlebih dahulu. Perintah yang digunakan sebagai berikut :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk)ON UPDATE CASCADE
ON DELETE NO ACTION
)
atau
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya :
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null primary key,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5),
Foreign key(kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade
on delete no action);
atau
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null primary key,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
mysql> alter table buku add constraint fk foreign key (kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action;
e. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku :
Mysql> alter table buku drop foreign key fk;
f. Mengubah Struktur Tabel
Tabel yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.
Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya. Fieldbaru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan ditambahkan. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku :
Mysql> alter table buku add keterangan varchar(25);
Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah tipe data atau lebar atributnya. Field adalah atribut yang akan diubah tipe data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama dengan lebar atribut yang berbeda. Berikut ini perintah untuk mengubah tipe data untuk atribut keterangan dengan char(20) :
mysql> alter table buku modify column keterangan char(20);
Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah nama atributnya, namalamafield adalah atribut yang akan diganti namanya, namabarufield adalah nama baru atribut, tipedatanya adalah tipe data dari atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk mengubah nama atribut keterangan menjadi ket :
mysql> alter table buku change column keterangan ket char(20);
Menghapus Atribut (Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
Berikut ini perintah untuk menghapus atribut ket pada tabel buku :
Mysql> alter table buku drop ket;
g. Menghapus Tabel
Tabel sudah di buat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut:
DROP TABLE namatabel;
Tabel yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, berikut ini perintah untuk menghapus tabel dengan nama pengarang :
Mysql> drop table buku;
BAB IV
A. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1. Melakukan pencarian kembali data lama,
2. Penyisipan data baru ke dalam tabel
3. Penghapusan data
4. Pengubahan data
5. Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
6. Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).
B. Perintah DML sebagai berikut :
a. INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :
INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel buku :
Cara 1 :
Mysql> insert into buku values (’B001’, ’Sistem Basis Data’, 25000, ’2004’, ’P001’, ’T001’);
Cara 2 :
Mysql> insert into pengarang (kode_buku,judul_buku,harga,tahun_terbit,kode_pengarang,kode_penerbit) values (‘B002’,’Sistem Informasi’,50000,’2003’,’P001’,’T001’);
Keterangan :
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001, Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.
b. UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku menjadi ‘Basis Data’ :
Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data’;
Contoh 2 : mengubah nilai pada kolom judul_buku menjadi Basis Data Terpadu dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data Terpadu’ where kode_buku=’B001’;
c. SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1) Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku:
Mysql> select * from buku;
2) Menampilkan data untuk kolom tertentu
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom kode_buku :
Mysql> select kode_buku from buku;
3) Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
Mysql>select * from buku where kode_buku=’B001’;
Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE selain “=” adalah : > (lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator lain, yaitu : AND, OR, NOT, BETWEEN-AND, IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada pada tabel pengarang:
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga berkisar dari 25000 hingga 50000 :
Mysql> select * from buku where harga>=25000 and harga<=50000;
Atau
Mysql> select * from buku where harga between 25000 and 50000;
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 :
Mysql> select * from buku where harga=25000 or harga=50000;
atau
mysql> select * from buku where harga in (25000,50000);
Contoh 3 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom judul_buku tidak sama dengan basis data :
Mysql> select * from buku where not judul_buku=’Basis Data Terpadu’;
atau
mysql> select * from buku where judul_buku<>’Basis Bata Terpadu’;
Contoh 4 : Isi tabel buku
Mysql> select * from buku;
perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana data pada kolom tertentu diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom judul_buku dimana diawali dengan karakter ‘B’ :
Mysql> select *from buku where judul_buku like 'B%';
4) Memberikan nama lain pada kolom
Syntax :
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang :
Mysql> select judul_buku as judul from buku;
5) Menggunakan alias untuk nama tabel
Syntax :
SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias;
Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel buku :
Mysql> select j.judul_pengarang, j.harga from buku j;
6) Menampilkan data lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
Isi tabel pengarang:
Mysql> select * from pengarang;
Isi tabel buku :
Mysql> select * from buku;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel pengarang dan buku :
Mysql> select * from pengarang, buku;
7) Operator comparison ANY dan ALL
a. Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
Gaji > ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka kondisi di atas identik dengan :
(gaji > G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)
Contoh : perintah untuk menampilkan semua data pengarang yang harga bukunya bukan yang terkecil:
Mysql> select * from buku where harga > ANY (select kode_pengarang from pengarang);
b. Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. Kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil subquery.
Contoh: perintah untuk menampilkan data pengarang yang harganya paling tinggi:
Mysql> select * from buku where harga >= ALL (select kode_pengarang from pengarang);
8) Aggregate Functions (COUNT, SUM, AVG, MIN, MAX)
a. COUNT
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah baris kolom kode_buku pada tabel buku:
Mysql> select count(kode_buku) from buku;
b. SUM
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah nilai kolom harga pada tabel pengarang:
Mysql> select sum(harga) from buku;
c. AVGPerintah yang digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung rata-rata dari kolom harga pada tabel pengarang:
Mysql> select avg(harga) from buku;
d. MIN
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil dari suatu kolom pada tabel.
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari kolom harga pada tabel buku:
Mysql> select min(harga) from buku;
e. MAX
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar dari suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar dari kolom harga pada tabel buku:
Mysql> select max(harga) from buku;
9) SQL dengan GROUP BY dan HAVING
Klausa GROUP BY digunakan untuk melakukan pengelompokan data. Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
akan ditampilkan hanya kolom tahun_masuk dan digabungkan dengan SUM(jml_buku) yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk pada tabel buku :
Mysql> select sum(jml_buku) from buku group by tahun_terbit;
Klausa HAVING digunakan untuk menentukan kondisi bagi klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING saja yang akan dihasilkan. Contoh : perintah untuk menampilkan data hanya kolom tahun_masuk yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk, dimana jumlah buku berdasarkan kelompoknya harus lebih besar dari satu pada tabel buku :
Mysql> select kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count(kode_buku) >1;
10) ORDER BY
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki. Contoh : perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul :
Mysql> select*from buku order by judul_buku;
atau tambahkan ASC untuk pengurutan secara ascending (menaik)
Mysql> select *from buku order by judul_buku asc;
atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending (menurun)
Mysql> select *from buku order by judul_buku desc;
d. DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel pengarang :
Mysql> delete from buku;
Contoh 2 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘B001’ pada kolom kode_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
Mysql> delete from buku where kode_buku=’B001’;
Contoh 3 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘Basis Data Terpadu’ pada kolom judul_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
Mysql> delete from buku where judul_buku =’Sistem Basis Data’;
BAB V
A. Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.
1. Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a. Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel buku.
b. Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c. Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.
2. Jenis-jenis join pada query :
a. Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.
Contoh :
select * from buku CROSS JOIN bagian LIMIT 5;
b. Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null), dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data dari tabel pengarang dan buku dengan syarat berdasarkan kolom kode_pengarang :
Mysql> select * from pengarang join buku on (pengarang.kode_pengarang = buku.kode_pengarang);
c. Operator Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa WHERE
Contoh :
select buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang from buku, pengarang where buku.kode_pengarang = pengarang.kode_pengarang;
d. Operator Self-Join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.
Contoh :
select a.kode_buku, b.judul_buku from buku a, buku b where a.harga = '25000' and a.harga = '25000';
e. Operator Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Contoh :
SELECT buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang FROM buku NATURAL JOIN pengarang
Natural Join dibedakan menjadi 2 yaitu :
• Natural Left Join
Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
Mysql> select *from pengarang natural left join buku;
• Natural Right Join
Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri. Meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
Mysql> select * from pengarang natural right join buku;
3. UNION, INTERSECT dan EXCEPT
1. UNION
UNION merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama. Berikut ini perintah untuk memperoleh data pada tabel buku dimana tahun penerbitan 2003 dan 2004 :
Mysql> select tahun_terbit,Judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ union > select tahun_terbit,Judul_buku from buku where tahun_terbit=’2004’;
Perintah di atas identik dengan :
Mysql> select tahun_terbit,judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ or tahun_terbit =’2004’;
Namun tidak semua penggabungan dapat dilakukan dengan OR, yaitu jika bekerja pada dua tabel atau lebih.
2. INTERSECT
INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator INTERSECT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator IN seperti contoh 1 pada bagian Nested Queries.
3. EXCEPT / Set Difference
EXCEPT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator EXCEPT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator NOT IN seperti contoh 2 pada bagian Nested Queries.
4. Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT EXISTS)
Subquery berarti query di dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya.
Subquery terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok baris yang kemudian digunakan oleh query.
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom kode_pengarang-nya tercantum pada tabel buku menggunakan IN :
Mysql> select * from pengarang where kode_pengarang in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan EXISTS
Mysql> select * from pengarang where exists (select * from buku where pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
Pada contoh di atas :
SELECT kode_pengarang FROM buku
disebut subquery, sedangkan :
SELECT * FROM pengarang
berkedudukan sebagai query. Perhatikan, terdapat data jenis dan harga pada tabel pengarang yang tidak ditampilkan. Hal ini disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom jenis di tabel buku.
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom jenis-nya tidak tercantum pada tabel buku menggunakan NOT IN :
Mysql> select * from pengarang where kode_pengarang not in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan NOT EXISTS
Mysql> select*from pengarang where not exists (select * from buku where pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
B. View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
C. Penggunaan view
1. View antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari relasi antara tabel "buku" dan "penerbit" untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai berikut :
Mysql > CREATE VIEW view_buku
> AS
> SELECT a.kode_buku, a.judul_buku,
> a.tahun_terbit, b.nama_penerbit
> FROM
> buku a JOIN penerbit b ON a.buku= b.penerbit;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';
Lihat hasil query view view_buku :
SELECT * FROM view_buku;
2. View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”, “angota” dan “peminjaman” untuk menampilkan data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama "view_peminjaman". Perintahnya adalah sebagai berikut :
Mysql > CREATE VIEW view_peminjaman
> AS
> SELECT a.id_pemijaman, b.kode_buku, b.judul_buku,
> c.kode_anggota, c.nama_anggota, a.tanggal_pinjam,
> a.tanggal_kembali FROM peminjaman a, buku b,
> anggota c WHERE a.kode_buku= b.kode_buku AND
> a.kode_anggota=c.kode_anggota;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_peminjaman';
Lihat hasil query view view_peminjaman :
SELECT * FROM view_peminjaman;
BAB VI
A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B. Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1. Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses (``nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY ”nama_password” [WITH GRANT pilihan_akses]
Atau
GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana :
• Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann koma (,).
• Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
• Pemakai, nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).
GRANT SELECT ON buku TO siska;
Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada user siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel buku.
Hak akses lebih dari satu :
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON buku TO siska, edi;
2. Perintah REVOKE
C. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :
GRANT SELECT, UPDATE (kode_buku,judul_buku,tahun_terbit) ON buku TO edi;
Dari perintah diatas user arif hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_buku, judul_buku, tahun_terbit).
D. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
GRANT ALL PRIVILEGES ON buku to siska;
Atau menggunakan
GRANT ALL ON buku to siska;
E. Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD. Contoh :
GRANT SELECT, INSERT ON buku to world;
F. Pencabutan Hak Akses
1. Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON nama_database FROM nama_user;
atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;
Contoh :
Admistrator ingin mencabut hak akses user siska, maka perintahnya :
REVOKE SELECT ON buku FROM siska;
Atau
REVOKE SELECT, INSERT ON buku FROM edi;
2. Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.
Drop user ichsan;
BIODATA MAHASISWA
NAMA : MUHAMMAD NURUL ICHSAN
NIM : 181080200241
KELAS :4-B3
KELOMPOK :17
BAB I
1. Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.
Sistem basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. Sistem basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan antara satu dengan yang lain, tetapi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah sistem yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), basis data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.
2. Konsep Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu :
I. Model Data Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.
Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM) Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafik tertentu.
II. Model Data berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model.
Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam betuk tabel-tabel yang terdiri atas sejumlah baris yang menunjukkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
III. Physical Based Data Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.
3. Bahasa Basis Data
Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
I. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a. Membentuk basis data, tabel, indeks.
b. Mengubah struktur table.
c. Menghapus basis data, tabel atau indeks.
II. DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi :
a. Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
b. Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
c. Mengubah dan menghapus data dalam basis data.
III. DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
a. Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
b. Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data
4. Entity Relationship Diagram (ER-D)
Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.
1) Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas.
a) Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam sistem. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau hal yang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
• Entitas Reguler
Entitas ini disebut juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain. Contoh : Mahasiswa, Matakuliah.
• Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weak entity) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas reguler).
Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.
• Entitas super type dan sub type
Entitas super type merupakan entitas yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu membawahi atau mempunyai entitas bagian yang lebih rendah.
Contoh : Entitas Karyawan.
Entitas sub type merupakan entitas yang lebih rendah yaitu entitas yang menjadi entitas bagian dari entitas lain.
Contoh : Entitas karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap
b) Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam database. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Contoh : mahasiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lahir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
• Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tahun masuk = 2013
• Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.
c) Kerelasian antar entitas (Entity Relationship)
Mendefiniskan hubungan antara 2 buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi mejadi 3 sebagai berikut :
• Kerelasian jenis satu ke satu (one to one), kerelasian terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas.
Gambar 1.1 Relasi satu ke satu
Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
• Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalam entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.
o Satu ke banyak (one to many)
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
Gambar 1.2 Relasi satu ke banyak
o Banyak ke satu (many to one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.
Gambar 1.3 Relasi banyak ke satu
• Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.
Gambar 1.4 Relasi banyak ke banyak
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.
2) Langkah-langkah Membuat ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
• Identifikasikan setiap entitas yang terlibat.
• Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
• Tentukan primari key dari masing-masing entitas.
• Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
• Gambarkan simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.
• Cek ER_Diagram yang terbenuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelengkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
BAB II
A. SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.
B. Elemen SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.
a. Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS (Database Management System). SQL memiliki kira-kira 30 pernyataan. Beberapa pernyataan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
Pernyataan Keterangan
CREATE Menciptakan basis data, tabel atau indeks
ALTER Mengubah struktur tabel
DROP Menghapus basis data, tabel atau indeks
COMMIT Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data
ROLLBACK Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan
INSERT Menambahkan sebuah baris pada tabel
UPDATE Mengubah nilai pada sebuah baris
SELECT Memilih baris dan kolom pada tabel
DELETE Menghapus baris pada tabel
GRANT Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna
REVOKE Membatalkan hak terhadap basis data
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :
a. Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b. Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c. Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.
Gambar 2.1 komponen SQL
b. Nama
Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.
c. Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe data untuk numerik
Tipe Keterangan Range Nilai
TINYINT Nilai integer yang sangat kecil Signed : -128 s.d. 127
Unsigned : 0 s.d. 255
SMALLINT Nilai integer yang kecil Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535
MEDIUMINT Integer dengan nilai medium Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215
INT Integer dengan nilai standar Signed : -2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295
BIGINT Integer dengan nilai besar Signed : -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615
FLOAT Bilangan desimal dengan single-precission minimum ± 1.175494351e-38
maksimum ± 3.402823466e+38
DOUBLE Bilangan desimal dengan double-precission minimum ± 2.2205738585072014e-308
maksimum ± 1.7976931348623457e+308
DECIMAL(M,D) Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma Tergantung pada nilai M dan D
Keterangan :
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik
- Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negatif dan positif.
- Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negatif (>=0). Tipe data float tidak Dapat dinyatakan dengan unsigned.
Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter
Tipe Keterangan Ukuran Maksimum
CHAR(n) String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n 1 M byte
VARCHAR(n) String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n. 1 M byte
TINYBLOB BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil 28-1 byte
BLOB BLOB berukuran kecil 216-1 byte
MEDIUMBLOB BLOB berukuran sedang 224-1 byte
LONGBLOB BLOB berukuran besar 232-1 byte
TINYTEXT String teks yang sangat kecil 28-1 byte
TEXT String teks berukuran kecil 216-1 byte
MEDIUMTEXT String teks berukuran medium(sedang) 224-1 byte
LONGTEXT String teks berukuran besar 232-1 byte
ENUM Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu member enumerasi 65535 anggota
SET Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan 64 nggota himpunan
Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam
Tipe Range Format
DATE “1000-01-01” s.d. “9999-12-31” “0000-00-00”
TIME “-832:59:59” s.d. “838:59:59” “00:00:00”
DATETIME “1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59” “0000-00-00 00:00:00”
d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :
1. Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2. Konstanta bertipe karakter : ‘Teknik Informatika’
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan desimal adalah berupa tanda titik.
e. Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika :
Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika
Simbol Keterangan
* Perkalian
/ Pembagian
+ Penjumlahan
- Pengurangan
% Sisa pembagian
f. Operator Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.Simbol-simbol yang dapat digunakan pada operator relasi :
Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
Simbol Keterangan
= Sama dengan
> Lebih besar
< Lebih kecil
>= Lebih besar atau sama dengan
<= Lebih kecil atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
g. Operator Logika
Operator logika ada 3 yaitu OR, AND dan NOT
Tabel 2.7 Operator Logika
Simbol Keterangan
NOT atau ! Sebagai negasi atau pembalik nilai
OR atau || Atau
AND atau && Dan
h. Operator Pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol Keterangan
IS NOT NULL Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)
IS NULL Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)
BETWEEN Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai
IN Apakah suatu nilai berada di dalam pilihan yang ada
NOT IN Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada
LIKE Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu
NOT LIKE Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu
i. Aggregate Functions (Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah subprogram yang menghasilkan suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistik standar yang dikenakan pada suatu tabel atau query.
1. SUM(ekspresi)
2. Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel
3. AVG(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilai dalam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG umumnya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom dengan tipe data numerik.
4. COUNT(x)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record (baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin dicari jumlah barisnya.
5. MAX(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terbesar dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki tipe data numerik.
6. MIN(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki tipe data numerik.
C. MySQL ( My Structured Query Language )
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).
Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :
• Kecepatan, MySQL mempunyai kecepatan paling baik dibanding RDBMS lainnya.
• Mudah di gunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relatif mudah dingat dan diimplementasikan karena MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa standar database.
• Open source, MySQL sudah menggunakan konsep open source, artinya siapapun dapat ikut dalam mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya di publikasikan kepada pemakai.
• Kapabilitas, MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta record, 60.000 tabel dan 5.000.000.000 juta baris.
• Biaya murah, pemakai dapat menggunakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama mengikuti konsep open source.
• Keamanan, MySQL menerapkan sistem keamanan dan hak akses secara bertingkat, termasuk dukungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.
Lintas platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi di antaranya yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM’s AIX.
BAB III
A. Data Definiton Language (DLL)
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.
Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DLL
Perintah Keterangan
Create Database Membuat basis data
Drop Database Menghapus basis data
Create Table Membuat tabel
Alter Table Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
Drop Table Menghapus tabel dari basis data
Create Index Membuat Index
Drop Index Menghapus Index
B. Perintah-perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definiton Language :
a. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan :
mysql> create database perpustakaan;
b. Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASES;
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data:
mysql> show databases;
c. Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax :
DROP DATABASE namadatabase;
Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama perpustakaan :
Mysql> drop database perpustakaan;
d. Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah :
USE namadatabase;
karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat kembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah :
Mysql>use perpustakaan;
e. Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untukmembuat table Syntaxnyaadalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
...
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan :
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung ( nama_tabel ). Field1 merupakan atribut pertama dan TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika ingin membuat tabel dengan atribut lebih dari satu, maka setelah pendefinisian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).
Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang :
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5),
nama_pengarang varchar(35));
Syntax tambahan :
Maka tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah :
Mysql> SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur tabel yang telah dibuat (dalam hal ini buku) syntaxnya adalah :
DESC namatabel;
Contoh:
Mysql> desc pengarang;
f. Mendefinisikan null/not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identikasi sehingga tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,
...
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Contoh:
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5) not null,
nama_pengarang varchar(35) not null);
a. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tersebut tidak diisi oleh pengguna. Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
);
Dimana nilai adalah nilai default dari atribut tersebut.
Contoh:
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
b. Menentukan kunci primer (Primary Key) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Key di dalam database berfungsi sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah Syntax membuat primary key untuk Field1
Cara 1 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL PRIMARY KEY,
Field2 TipeData2 ([lebar])
);
Cara 2 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY(Field1)
);
Cara 3 :
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom);
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe datanya varchar(15) dengan mendefinisikan nilai not null dan primary key untuk atribut kode_pengarang :
Contoh 1 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null primary key,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null,
Primary key(kode_pengarang));
Contoh 3 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
penambahan primary key :
Mysql> alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);
c. Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah :
Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint;
Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;
Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key pada tabel buku :
Mysql> alter table pengarang drop primary key;
d. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key.
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah didefinisikan terlebih dahulu. Perintah yang digunakan sebagai berikut :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk)ON UPDATE CASCADE
ON DELETE NO ACTION
)
atau
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya :
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null primary key,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5),
Foreign key(kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade
on delete no action);
atau
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null primary key,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
mysql> alter table buku add constraint fk foreign key (kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action;
e. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku :
Mysql> alter table buku drop foreign key fk;
f. Mengubah Struktur Tabel
Tabel yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.
Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya. Fieldbaru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan ditambahkan. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku :
Mysql> alter table buku add keterangan varchar(25);
Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah tipe data atau lebar atributnya. Field adalah atribut yang akan diubah tipe data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama dengan lebar atribut yang berbeda. Berikut ini perintah untuk mengubah tipe data untuk atribut keterangan dengan char(20) :
mysql> alter table buku modify column keterangan char(20);
Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah nama atributnya, namalamafield adalah atribut yang akan diganti namanya, namabarufield adalah nama baru atribut, tipedatanya adalah tipe data dari atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk mengubah nama atribut keterangan menjadi ket :
mysql> alter table buku change column keterangan ket char(20);
Menghapus Atribut (Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
Berikut ini perintah untuk menghapus atribut ket pada tabel buku :
Mysql> alter table buku drop ket;
g. Menghapus Tabel
Tabel sudah di buat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut:
DROP TABLE namatabel;
Tabel yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, berikut ini perintah untuk menghapus tabel dengan nama pengarang :
Mysql> drop table buku;
BAB IV
A. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1. Melakukan pencarian kembali data lama,
2. Penyisipan data baru ke dalam tabel
3. Penghapusan data
4. Pengubahan data
5. Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
6. Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).
B. Perintah DML sebagai berikut :
a. INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :
INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel buku :
Cara 1 :
Mysql> insert into buku values (’B001’, ’Sistem Basis Data’, 25000, ’2004’, ’P001’, ’T001’);
Cara 2 :
Mysql> insert into pengarang (kode_buku,judul_buku,harga,tahun_terbit,kode_pengarang,kode_penerbit) values (‘B002’,’Sistem Informasi’,50000,’2003’,’P001’,’T001’);
Keterangan :
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001, Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.
b. UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku menjadi ‘Basis Data’ :
Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data’;
Contoh 2 : mengubah nilai pada kolom judul_buku menjadi Basis Data Terpadu dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data Terpadu’ where kode_buku=’B001’;
c. SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1) Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku:
Mysql> select * from buku;
2) Menampilkan data untuk kolom tertentu
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom kode_buku :
Mysql> select kode_buku from buku;
3) Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
Mysql>select * from buku where kode_buku=’B001’;
Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE selain “=” adalah : > (lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator lain, yaitu : AND, OR, NOT, BETWEEN-AND, IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada pada tabel pengarang:
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga berkisar dari 25000 hingga 50000 :
Mysql> select * from buku where harga>=25000 and harga<=50000;
Atau
Mysql> select * from buku where harga between 25000 and 50000;
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 :
Mysql> select * from buku where harga=25000 or harga=50000;
atau
mysql> select * from buku where harga in (25000,50000);
Contoh 3 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom judul_buku tidak sama dengan basis data :
Mysql> select * from buku where not judul_buku=’Basis Data Terpadu’;
atau
mysql> select * from buku where judul_buku<>’Basis Bata Terpadu’;
Contoh 4 : Isi tabel buku
Mysql> select * from buku;
perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana data pada kolom tertentu diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom judul_buku dimana diawali dengan karakter ‘B’ :
Mysql> select *from buku where judul_buku like 'B%';
4) Memberikan nama lain pada kolom
Syntax :
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang :
Mysql> select judul_buku as judul from buku;
5) Menggunakan alias untuk nama tabel
Syntax :
SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias;
Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel buku :
Mysql> select j.judul_pengarang, j.harga from buku j;
6) Menampilkan data lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
Isi tabel pengarang:
Mysql> select * from pengarang;
Isi tabel buku :
Mysql> select * from buku;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel pengarang dan buku :
Mysql> select * from pengarang, buku;
7) Operator comparison ANY dan ALL
a. Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
Gaji > ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka kondisi di atas identik dengan :
(gaji > G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)
Contoh : perintah untuk menampilkan semua data pengarang yang harga bukunya bukan yang terkecil:
Mysql> select * from buku where harga > ANY (select kode_pengarang from pengarang);
b. Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. Kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil subquery.
Contoh: perintah untuk menampilkan data pengarang yang harganya paling tinggi:
Mysql> select * from buku where harga >= ALL (select kode_pengarang from pengarang);
8) Aggregate Functions (COUNT, SUM, AVG, MIN, MAX)
a. COUNT
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah baris kolom kode_buku pada tabel buku:
Mysql> select count(kode_buku) from buku;
b. SUM
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah nilai kolom harga pada tabel pengarang:
Mysql> select sum(harga) from buku;
c. AVGPerintah yang digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung rata-rata dari kolom harga pada tabel pengarang:
Mysql> select avg(harga) from buku;
d. MIN
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil dari suatu kolom pada tabel.
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari kolom harga pada tabel buku:
Mysql> select min(harga) from buku;
e. MAX
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar dari suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar dari kolom harga pada tabel buku:
Mysql> select max(harga) from buku;
9) SQL dengan GROUP BY dan HAVING
Klausa GROUP BY digunakan untuk melakukan pengelompokan data. Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
akan ditampilkan hanya kolom tahun_masuk dan digabungkan dengan SUM(jml_buku) yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk pada tabel buku :
Mysql> select sum(jml_buku) from buku group by tahun_terbit;
Klausa HAVING digunakan untuk menentukan kondisi bagi klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING saja yang akan dihasilkan. Contoh : perintah untuk menampilkan data hanya kolom tahun_masuk yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk, dimana jumlah buku berdasarkan kelompoknya harus lebih besar dari satu pada tabel buku :
Mysql> select kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count(kode_buku) >1;
10) ORDER BY
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki. Contoh : perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul :
Mysql> select*from buku order by judul_buku;
atau tambahkan ASC untuk pengurutan secara ascending (menaik)
Mysql> select *from buku order by judul_buku asc;
atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending (menurun)
Mysql> select *from buku order by judul_buku desc;
d. DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel pengarang :
Mysql> delete from buku;
Contoh 2 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘B001’ pada kolom kode_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
Mysql> delete from buku where kode_buku=’B001’;
Contoh 3 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘Basis Data Terpadu’ pada kolom judul_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
Mysql> delete from buku where judul_buku =’Sistem Basis Data’;
BAB V
A. Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.
1. Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a. Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel buku.
b. Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c. Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.
2. Jenis-jenis join pada query :
a. Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.
Contoh :
select * from buku CROSS JOIN bagian LIMIT 5;
b. Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null), dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data dari tabel pengarang dan buku dengan syarat berdasarkan kolom kode_pengarang :
Mysql> select * from pengarang join buku on (pengarang.kode_pengarang = buku.kode_pengarang);
c. Operator Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa WHERE
Contoh :
select buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang from buku, pengarang where buku.kode_pengarang = pengarang.kode_pengarang;
d. Operator Self-Join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.
Contoh :
select a.kode_buku, b.judul_buku from buku a, buku b where a.harga = '25000' and a.harga = '25000';
e. Operator Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Contoh :
SELECT buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang FROM buku NATURAL JOIN pengarang
Natural Join dibedakan menjadi 2 yaitu :
• Natural Left Join
Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
Mysql> select *from pengarang natural left join buku;
• Natural Right Join
Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri. Meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
Mysql> select * from pengarang natural right join buku;
3. UNION, INTERSECT dan EXCEPT
1. UNION
UNION merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama. Berikut ini perintah untuk memperoleh data pada tabel buku dimana tahun penerbitan 2003 dan 2004 :
Mysql> select tahun_terbit,Judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ union > select tahun_terbit,Judul_buku from buku where tahun_terbit=’2004’;
Perintah di atas identik dengan :
Mysql> select tahun_terbit,judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ or tahun_terbit =’2004’;
Namun tidak semua penggabungan dapat dilakukan dengan OR, yaitu jika bekerja pada dua tabel atau lebih.
2. INTERSECT
INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator INTERSECT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator IN seperti contoh 1 pada bagian Nested Queries.
3. EXCEPT / Set Difference
EXCEPT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator EXCEPT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator NOT IN seperti contoh 2 pada bagian Nested Queries.
4. Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT EXISTS)
Subquery berarti query di dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya.
Subquery terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok baris yang kemudian digunakan oleh query.
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom kode_pengarang-nya tercantum pada tabel buku menggunakan IN :
Mysql> select * from pengarang where kode_pengarang in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan EXISTS
Mysql> select * from pengarang where exists (select * from buku where pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
Pada contoh di atas :
SELECT kode_pengarang FROM buku
disebut subquery, sedangkan :
SELECT * FROM pengarang
berkedudukan sebagai query. Perhatikan, terdapat data jenis dan harga pada tabel pengarang yang tidak ditampilkan. Hal ini disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom jenis di tabel buku.
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom jenis-nya tidak tercantum pada tabel buku menggunakan NOT IN :
Mysql> select * from pengarang where kode_pengarang not in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan NOT EXISTS
Mysql> select*from pengarang where not exists (select * from buku where pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
B. View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
C. Penggunaan view
1. View antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari relasi antara tabel "buku" dan "penerbit" untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai berikut :
Mysql > CREATE VIEW view_buku
> AS
> SELECT a.kode_buku, a.judul_buku,
> a.tahun_terbit, b.nama_penerbit
> FROM
> buku a JOIN penerbit b ON a.buku= b.penerbit;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';
Lihat hasil query view view_buku :
SELECT * FROM view_buku;
2. View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”, “angota” dan “peminjaman” untuk menampilkan data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama "view_peminjaman". Perintahnya adalah sebagai berikut :
Mysql > CREATE VIEW view_peminjaman
> AS
> SELECT a.id_pemijaman, b.kode_buku, b.judul_buku,
> c.kode_anggota, c.nama_anggota, a.tanggal_pinjam,
> a.tanggal_kembali FROM peminjaman a, buku b,
> anggota c WHERE a.kode_buku= b.kode_buku AND
> a.kode_anggota=c.kode_anggota;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_peminjaman';
Lihat hasil query view view_peminjaman :
SELECT * FROM view_peminjaman;
BAB VI
A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B. Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1. Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses (``nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY ”nama_password” [WITH GRANT pilihan_akses]
Atau
GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana :
• Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann koma (,).
• Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
• Pemakai, nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).
GRANT SELECT ON buku TO siska;
Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada user siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel buku.
Hak akses lebih dari satu :
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON buku TO siska, edi;
2. Perintah REVOKE
C. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :
GRANT SELECT, UPDATE (kode_buku,judul_buku,tahun_terbit) ON buku TO edi;
Dari perintah diatas user arif hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_buku, judul_buku, tahun_terbit).
D. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
GRANT ALL PRIVILEGES ON buku to siska;
Atau menggunakan
GRANT ALL ON buku to siska;
E. Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD. Contoh :
GRANT SELECT, INSERT ON buku to world;
F. Pencabutan Hak Akses
1. Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON nama_database FROM nama_user;
atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;
Contoh :
Admistrator ingin mencabut hak akses user siska, maka perintahnya :
REVOKE SELECT ON buku FROM siska;
Atau
REVOKE SELECT, INSERT ON buku FROM edi;
2. Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.
Drop user ichsan;
Komentar
Posting Komentar